LAPORAN PEMERIKSAAN SALMONELLA, , E.COLI, SHIGELLA DAN VIBRIO CHOLERA
MATA KULIAH : PENYEHATAN MAKANAN DAN MINUMAN -A
DOSEN : KHIKI PURNAWATI KASIM SST.,M.Kes
LAPORAN PEMERIKSAAN SALMONELLA, , E.COLI, SHIGELLA DAN VIBRIO CHOLERA
DISUSUN OLEH
NAMA : FITRIANI S
NIM : PO.71.4.221.16.1.015
TINGKAT : DIV/II A
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PROGRAM STUDI D-IV
2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang Alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Pemeriksaan salmonella, e. Coli, shigella dan vibrio cholera”.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.”
Makassar, 7 April 2018
Penyusun
BAB I
DASAR TEORI
Salmonella
Salmonellosis disebabkan oleh infeksi dengan bakteri yang dikenal sebagai Salmonella. Di Australia, kebanyakan infeksi Salmonella terjadi setelah makan makanan tercemar atau adakalanya setelah kontak dengan orang lain yang terinfeksi.Salmonella sp adalah jenis Gram negatif, berbentuk batang, tidak membentuk spora, motil (bergerak dengan flagel peritrik) serta mempunyai tipe metabolisme yang bersifat fakultatif anaerob.Termasuk kelompok bakteri Enterobacteriacea.Ukurannya 2 - 4 mikrometer x 0,5 – 0,8 mikrometer. Sifat Salmonella antara lain : dapat bergerak, tumbuh pada suasana aerob dan anerob fakultatif, memberikan hasil positif pada reaksi fermentasi manitol dan sorbitol dan memberikan hasil negatif pada reaksi indol, DNAse , fenilalanin deaminase, urease, voges proskauer, dan reaksi fermentasi sukrosa dan laktosa.
Perkembangan bakteri Salmonella sp terbilang sangat cepat dan menakjubkan, setiap selnya mampu membelah diri setiap 20 menit sekali pada suhu hangat dan pada media tumbuh yang mengandung protein tinggi. Bisa dibayangkan, satu sel bakteri bisa berkembang menjadi 90.000 hanya dalam waktu 6 jam. Orang yang terinfeksi Salmonella sering mengalami sakit kepala, demam, kekejangan perut, diare, mual dan muntah.Gejala sering mulai timbul 6-72 jam setelah infeksi.Gejala biasanya berlanjut selama 4-7 hari, adakalanya jauh lebih lama.Salmonella ditularkan kepada manusia terutama sewaktu makan makanan yang tidak cukup matang dari binatang yang terinfeksi (yaitu daging, ayam, telur dan produknya). Penularan melalui ‘pencemaran silang’ terjadi apabila Salmonella mencemari makanan yang siap dimakan: misalnya, apabila makanan yang tidak akandimasak lagi dipotong dengan pisau tercemar atau melalui tangan pengendali makanan yang terinfeksi. Salmonella dapat menular dari orang ke orang melalui tangan orang yang terinfeksi.Penyakit ini juga d
apat ditularkan dari binatang kepada manusia.
Eschercia coli
Escherichia coli, atau biasa disingkat E. coli, adalah salah satu jenis spesies utama bakterigram negatif. Pada umumnya, bakteri yang ditemukan oleh Theodor Escherich ini dapat ditemukan dalam usus besar manusia. Kebanyakan E. Coli tidak berbahaya, tetapi beberapa, seperti E. Coli tipe O157:H7, dapat mengakibatkan keracunan makanan yang serius pada manusia yaitu diare berdarah karena eksotoksin yang dihasilkan bernama verotoksin.[1] Toksin ini bekerja dengan cara menghilangkan satu basa adenin dari unit 28S rRNA, sehingga menghentikan sintesis protein.[1]
Sumber bakteri ini contohnya adalah daging yang belum masak, seperti daging hamburger yang belum matang. E. Coli yang tidak berbahaya dapat menguntungkan manusia dengan memproduksi vitamin K2, atau dengan mencegah baketi lain di dalam usus. E. coli banyak digunakan dalam teknologi rekayasa genetika. Biasa digunakan sebagai vektor untuk menyisipkan gen-gen tertentu yang diinginkan untuk dikembangkan. E. coli dipilih karena pertumbuhannya sangat cepat dan mudah dalam penanganannya. Negara-negara di eropa sekarang sangat mewaspadai penyebaran bakteri E.Coli ini, mereka bahkan melarang mengimpor sayuran dari luar.
E. coli menjadi patogen jika jumlah bakteri ini dalam saluran pencernaan meningkat atau berada di luar usus.E. coli menghasilkan enterotoksin yang menyebabkan beberapa kasus diare.E. coli berasosiasi dengan enteropatogenik menghasilkan enterotoksin pada sel epitel. Manifestasi klinik infeksi oleh E. coli bergantung pada tempat infeksi dan tidak dapat dibedakan dengan gejala infeksi yang disebabkan oleh bakteri lain.
Shigella
Shigella adalah genus dari Gram-negatif, non-motil, bakteriendospor berbentuk-tongkat yang berhubungan dekat dengan Escherichia coli dan Salmonella. Shigella merupakan penyebab dari penyakit shigellosis pada manusia, selain itu, Shigella juga menyebabkan penyakit pada primata lainnya, tetapi tidak pada mamalia lainnya.
Pemasukan hanya 200 basil Shigella dapat mengakibatkan infeksi dan Shigella dapat bertahan terhadap keasaman sekresi lambung selama 4 jam. Sesudah masuk melalui mulut dan mencapai usus, bakteri invasif ini di dalam usus besar memperbanyak diri. Shigella sebagai penyebab diare mempunyai 3 faktor virulensi yaitu :
– Dinding polisakarida sebagai antigen halus
– Kemampuan mengadakan invasi enterosit dan proliferasi
– Mengeluarkan toksin sesudah menembus sel
Struktur kimiawi dari dinding sel tubuh bakteri ini dapat berlaku sebagai antigen O (somatic) adalah sesuatu yang penting dalam proses interaksi bakteri shigella dengan sel enterosit. Dupont (1972) dan Levine (1973) mengutarakan bahwa Shigella seperti Salmonella setelah menembus enterosit dan berkembang didalamnya sehingga menyebabkan kerusakan sel enterosit tersebut. Peradangan mukosa memerlukan hasil metabolit dari kedua bakteri dan enterosit, sehingga merangsang proses endositosis sel-sel yang bukan fagositosik untuk menarik bakteri ke dalam vakuola intrasel, yang mana bakteri akan memperbanyak diri sehingga menyebabkan sel pecah dan bakteri akan menyebar ke sekitarnya serta menimbulkan kerusakan mukosa usus. Sifat invasif dan pembelahan intrasel dari bakteri ini terletak dalam plasmid yang luas dari kromosom bakteri Shigella.
Vibrio cholera
Vibrio cholerae adalah salah satu bakteri yang masuk dalam family Vibrionaceae selain dari Aeromonas dan Plesiomonas, dan merupakan bagian dari genus Vibrio.. Vibrio cholerae banyak ditemui di permukaan air yang terkontaminasi dengan feces yang mengandung kuman tersebut, oleh karena itu penularan penyakit kolera ini dapat melalui air, makanan dan sanitasi yangburuk.
Oleh karena itu penularan penyakit kolera dapat melalui air, makanan san sanitasi yang buruk. Beberapa jenis vibrio lain yang penting dalam kehidupan antara lain: Vibrio choleraserogroup 01 dan 0139 penyebab kolera epidemic dan pandemic. Vibrio cholera serogroup 01 dan non 0139 penyebab diare sejenis kolera, tapi gejala diare lebih ringan dan jarang ditemukan infeksi ekstra intestinal.
FilippoPacini (1854), seorang ahli anatomi dari Italia merupakan penemu pertamaVibrio cholerae, Pada tahun 1854, Filippo Pacini mengungkapkan penemuannya tentang bakteri Vibrio cholerae yang menjadi penyebab utama penyakit kolera, namun teori ini banyak diabaikan sampai ditemukan kembali oleh Robert Koch. DokterJerman Robert Koch (1884), seperti sebagian besar komunitas ilmiah lainya, tidak penemuan Pacinidi Universityof Florence. Sejak temuan Koch sekitar tiga puluh tahun kemudian akhirnya diterima oleh rekan-rekan ilmiah, dansecara luastahudalam pers populer, ia menjadi penemu yang diakui dari organisme penyebab kolera.
Bakteri ini bisa hidup dan berkembang pada keadaan aerob atau anaerob (anaerob fakultatif).Vibrio cholerae berukuran panjang 2-4 um(Gambar 1). Pada isolasi, Vibrio cholerae menghasilkan katalase dan oksidase. V. cholerae tidak tahan dengan suasana asam dan tumbuh baik pada suasana basa (pH 8,0-9,5). Air dengan kadar garam tinggi seperti air laut adalah tempat hidup alami dari bakteri ini.
Tidak memiliki kapsul dan tidak berspora. Pada kultur dijumpai koloni yang cembung (convex), halus dan bulat yang keruh (opaque) dan bergranul bila disinari
Vibrio cholerae bersifat aerob atau anaerob fakultatif. Suhu optimum untuk pertumbuhan pada suhu 18-37°C. Dapat tumbuh pada berbagai jenis media, termasuk media tertentu yang mengandung garam mineral dan asparagin sebagai sumber karbon dan nitrogen. V. cholerae ini tumbuh baik pada agar Thiosulfate-citrate-bile-sucrose (TCBS), yang menghasilkan koloni berwarna kuning dan pada media TTGA (Telurite-taurocholate-gelatin-agar).Gambar 2 menunjukkan Vibrio Cholerae pada media TCBS Selama 18 jam pada suhu 37°C menghasilkan koloni berwarna kuning.
BAB III
METODE PEMERIKSAAN
A. Waktu dan Tempat
Hari / tanggal : Selasa, 3 April 2018
Pukul : 13.00 WITA – Selesai .
Tempat : lab Mikrobiologi kesehatan lingkungan poltekkes Kemenkes Makassar.
1.Pemeriksaan Salmonella
Alat dan bahan
Alat
Tabung reaksi gelas ukur
Petridish Beacker glass
Tabung durham Incubator
Autoclave Lampu spiritus
Balp Ose
Pipet ukur 10 ml Rak tabung
Timbangan
Bahan
Sampel makanan ( Es teler )
Endo agar
Lactosa Broth
Triple sugar iron agat ( TSIA)
Media gula-gula ( maltose, manit sakrosa,laktosa,glukosa )
Aquadest/pepton
Plastik Steril
PROSEDUR KERJA
Hari I
a.Sterilkan tempat sebelum melakukan praktikum dan juga sterilkan tangan.
b. Ambil sampel dan timbang sebanyak 10 gram.
c.Sampel dimasukkan dalam wadah plastic steril dan dihaluskan
d. Encerkan dengan pepton sebanyak 90 ml.
e. Pipet 1 ml sampel, dengan menggunakan pipet steril
f. Buka tutup tabung reaksi berisikan media lactose broth, kemudian flambir bibir tabung
g.Masukkan sampel sebanyak 1 ml, flambir bibir tabung dan tutup
h. Inkubasikan dalam inkubator selama 1 x 24 jam dengan suhu 35-37˚C
Hari II
a. keluarkan media dalam incubator yang telah diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
b. Lakukan pembacaan, apabila media lactose broth mengalami perubahan warna dari jernih menjadi keruh dan ada gas dalam tabung durham dicurigai terdapat salmonella
c. Pindahkan ke media Endo agar apabila positif, dengan menggunakan 1-2 mata ose
d. Ambil ose dan panaskan sampai merah dan diamkan beberapa saat
e. Buka tutup tabung reaksi pada media sebelumnya (lactose broth) dan flambir bibir tabung
f. Ambil 1-2 mata ose dan pindahkan ke petridish yang berisikan Endo agar dengan membentuk zig-zag 4 kuadran
g. Flambir tutup petridish dan inkubasikan ke dalam incubator dengan suhu 37oC selama 1 X 24 jam.
Hari III
a. Keluarkan media dalam incubator yang telah diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
b. Lakukan pembacaan, apabila media endo agar terdapat coloni berwarna merah rose, dilanjutkan pemeriksaan dengan media gula-gula dan TSIA
c. Panaskan mata ose sampai merah dan diamkan beberapa saat
d.Ambil 1-2 mata ose pada media sebelumnya (endo agar) agar diperkirakan terdapat coloni.
e.Masukkan pada media gula-gula, media gula-gula pertama berisikan (maltose). sebelumnya tutup tabung dibuka dan diflambir kemudian masukkan mata ose 1-2 mata ose, flambir dan tutup.
f Pindahkan ose ke media gula-gula ke dua (manit), mulut tabung yang berisi manit di flambir dan masukkan ose 1-2 mata ose
g.lakukan cara yang sama untuk media gula-gula ketiga, empat dan lima (sakarose, laktosa, dan glukose)
h. Selanjutnya pindahkan ke media TSIA, 1-2 mata ose
i. Flambir bibir tabung dan goreskan dengan cara zig-zag pada lereng dan tusuk hingga dasar, kemudian tarik ose secara hati-hati.
j. Eramkan selama 1 x 24 jam dengan suhu 37oC di dalam incubator
Hari IV
a. Keluarkan media dalam incubator yang telah diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
b. Lakukan pembacaan dengan menghubungkan pada table untuk menentukan jenis bakteri pada media gula-gula (Mal,Manit,Sac,Lak,Glu). Apabila terjadi perubahan dari warna biru menjadi kuning dan terdapat gelembung/gas dalam tabung durham maka +Ag dan apabila hanya terjadi perubahan warna saja dan tidak terdapat gelembung gas dalam tabung durham maka A+
c. Pada media TSIA, Apabila tusukan pertama ada warna hitam maka menandakan adanya gas H2S dan pada lereng warna merah dengan dasar kuning.
2.Pemeriksaan Eschercia Coli
Alat dan bahan
Alat
Tabung reaksi gelas ukur
Petridish Beacker glass
Tabung durham Incubator
Autoclave Lampu spiritus
Balp Ose
Pipet ukur 10 ml Rak tabung
Timbangan
Bahan
Sampel makanan ( Es teler )
Endo agar
Lactosa Broth
Triple sugar iron agat ( TSIA)
Media gula-gula ( maltose, manit sakrosa,laktosa,glukosa )
Aquadest/pepton
Plastik Steril
b.Prosedur kerja
Hari I
a. Sterilkan tempat sebelum melakukan praktikum dan juga sterilkan tangan.
b. Ambil sampel dan timbang sebanyak 10 gram.
c. Sampel dimasukkan dalam wadah plastic steril dan dihaluskan
d. Encerkan dengan pepton sebanyak 90 ml.
e. Pipet 1 ml sampel, dengan menggunakan pipet steril
f. Buka tutup tabung reaksi berisikan media EC.Medium, kemudian flambir bibir tabung
g. Masukkan sampel sebanyak 1 ml, flambir bibir tabung dan tutup
h. Inkubasikan dalam inkubator selama 1 x 24 jam dengan suhu 44,5oC
Hari II
a. keluarkan media dalam incubator yang telah diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
b. Lakukan pembacaan, apabila media EC Medium mengalami perubahan warna dari jernih menjadi keruh dan ada gas dalam tabung durham dicurigai terdapat E.Coli
c. Pindahkan ke media Endo agar apabila positif, dengan menggunakan 1-2 mata ose
d. Ambil ose dan panaskan sampai merah dan diamkan beberapa saat
e. Buka tutup tabung reaksi pada media sebelumnya (EC medium) dan flambir bibir tabung
f. Ambil 1-2 mata ose dan pindahkan ke petridish yang berisikan Endo agar dengan membentuk zig-zag 4 kuadran
g. Flambir tutup petridish dan inkubasikan ke dalam incubator dengan suhu 44,5oC selama 1 X 24 jam.
Hari III
a. Keluarkan media dalam incubator yang telah diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
b. Lakukan pembacaan, apabila media endo agar terdapat coloni berwarna gelap atau tanpa kilatan logam, dilanjutkan pemeriksaan dengan media gula-gula dan TSIA
c. Panaskan mata ose sampai merah dan diamkan beberapa saat
d. Ambil 1-2 mata ose pada media sebelumnya (endo agar) agar diperkirakan terdapat coloni.
e. Masukkan pada media gula-gula, media gula-gula pertama berisikan (maltose). sebelumnya tutup tabung dibuka dan diflambir kemudian masukkan mata ose 1-2 mata ose, flambir dan tutup.
f. Pindahkan ose ke media gula-gula ke dua (manit), mulut tabung yang berisi manit di flambir dan masukkan ose 1-2 mata ose
g. Lakukan cara yang sama untuk media gula-gula ketiga, empat dan lima (sakarose, laktosa, dan glukose)
h.Selanjutnya pindahkan ke media TSIA, 1-2 mata ose
i. Flambir bibir tabung dan goreskan dengan cara zig-zag pada lereng dan tusuk hingga dasar, kemudian tarik ose secara hati-hati.
j. Eramkan selama 1 x 24 jam dengan suhu 37oC di dalam incubator
Hari IV
a. Keluarkan media dalam incubator yang telah diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
b. Lakukan pembacaan dengan menghubungkan pada table untuk menentukan jenis bakteri pada media gula-gula (Mal,Manit,Sac,Lak,Glu). Apabila terjadi perubahan dari warna biru menjadi kuning dan terdapat gelembung/gas dalam tabung durham maka +Ag dan apabila hanya terjadi perubahan warna saja dan tidak terdapat gelembung gas dalam tabung durham maka A+
c. Pada media TSIA, Apabila tusukan pertama ada warna hitam maka menandakan adanya gas H2S dan pada lereng warna merah dengan dasar kuning.
3.Pemeriksaan Shigella
a.Alat dan bahan
Alat
Tabung reaksi gelas ukur
Petridish Beacker glass
Tabung durham Incubator
Autoclave Lampu spiritus
Balp Ose
Pipet ukur 10 ml Rak tabung
Timbangan
Bahan
Sampel makanan ( Es teler )
Endo agar
Lactosa Broth
Triple sugar iron agat ( TSIA)
Media gula-gula ( maltose, manit sakrosa,laktosa,glukosa )
Aquadest/pepton
Plastik Steril
b.Prosedur kerja
Hari 1
a. Sterilkan tempat sebelum melakukan praktikum dan juga sterilkan tangan.
b. Ambil sampel dan timbang sebanyak 10 gram.
c. Sampel dimasukkan dalam wadah plastic steril dan dihaluskan
d. Encerkan dengan pepton sebanyak 90 ml.
e. Pipet 1 ml sampel, dengan menggunakan pipet steril
f. Buka tutup tabung reaksi berisikan media EC.Medium, kemudian flambir bibir tabung
g. Buka tutup petridish dan goreskan membentuk zig-zag 4 kuadran
h. Flambir tutup petridish dan inkubasikan ke dalam incubator dengan suhu 37oC secara terbalik
Hari II
a. keluarkan media dalam incubator yang telah diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
b. Lakukan pembacaan, apabila media SS Agar mengalami pertumbuhan coloni dengan warna bening/jernih maka dilanjutkan maka pemeriksaan dengan media TSIA dan apabila negative (-) maka tidak dilanjutkan.
c. Panaskan mata ose dan diamkan beberapa saat
d. Ambil 1-2 mata ose pada media sebelumnya (SS Agar) yang diperkirakan terdapat coloni
e. Flambir bibir tabung pada media TSIA dan goreskan dengan cara zig-zag pada lereng dan tusuk hingga ke dasar, kemudian tarik ose ke atas secara hati-hati, flambir dan tutup
f. Inkubasikan ke dalam incubator dengan suhu 37oC selama 1 x 24 jam
Hari III
a. Keluarkan media dalam incubator yang telah diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
b. Lakukan pembacaan, dengan mengamati pertumbuhan di media TSIA. Pertumbuhan yang sama dengan daftar tersebut dikerjakan slide agglutinasi dengan secara diagnostika. Kemudian dari koloni TSIA baik yang tersangka golongan Shigella maupun yang tidak ttersangka, ditanam pada media gula-gula dan agar, kemudian dimasukkan ke incubator dengan suhu 37oC selama 1 X 24 jam
Hari IV
Mengamati pertumbuhan pada media gula-gula dan kemudian dicocokkan dengan daftar media gula-gula.
4.pemeriksaan Vibrio cholera
a.Alat dan bahan
Alat
Tabung reaksi gelas ukur
Petridish Beacker glass
Tabung durham Incubator
Autoclave Lampu spiritus
Balp Ose
Pipet ukur 10 ml Rak tabung
Timbangan
Bahan
Sampel makanan ( Es teler )
Endo agar
Lactosa Broth
Triple sugar iron agat ( TSIA)
Media gula-gula ( maltose, manit sakrosa,laktosa,glukosa )
Aquadest/pepton
Plastik Steril
b.Prosedur kerja
Hari 1
a. Sterilkan tempat sebelum melakukan praktikum dan juga sterilkan tangan.
b. Ambil sampel dan timbang sebanyak 10 gram.
c. Sampel dimasukkan dalam wadah plastic steril dan dihaluskan
d. Encerkan dengan pepton sebanyak 90 ml.
e. Pipet 1 ml sampel, dengan menggunakan pipet steril
f. Buka tutup tabung reaksi berisikan media pepton Alkalis, kemudian flambir bibir tabung
g.Masukkan sampel sebanyak 1 ml, flambir bibir tabung dan tutup
h.Inkubasikan dalam inkubator selama 1 x 24 jam dengan suhu 37oC
Hari II
a.keluarkan media dalam incubator yang telah diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
b. Lakukan pembacaan, apabila media pepton mengalami perubahan warna dari jernih menjadi keruh dan ada gas dalam tabung durham dicurigai terdapat Vibrio
c. Pindahkan ke media TCBS apabila positif, dengan menggunakan 1-2 mata ose
d.Ambil ose dan panaskan sampai merah dan diamkan beberapa saat
e. Buka tutup tabung reaksi pada media sebelumnya (Pepton) dan flambir bibir tabung
f. Ambil 1-2 mata ose dan pindahkan ke petridish yang berisikan Endo agar dengan membentuk zig-zag 4 kuadran
g. Flambir tutup petridish dan inkubasikan ke dalam incubator dengan suhu 37oC selama 1 X 24 jam.
Hari III
a.Keluarkan media dalam incubator yang telah diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
b.Lakukan pembacaan, apabila media TCBS terdapat coloni berwarna kuning, dilanjutkan pemeriksaan dengan media gula-gula dan TSIA
c. Panaskan mata ose sampai merah dan diamkan beberapa saat
d.Ambil 1-2 mata ose pada media sebelumnya (TCBS) agar diperkirakan terdapat coloni.
e. Masukkan pada media gula-gula, media gula-gula pertama berisikan (maltose). sebelumnya tutup tabung dibuka dan diflambir kemudian masukkan mata ose 1-2 mata ose, flambir dan tutup.
f.Pindahkan ose ke media gula-gula ke dua (manit), mulut tabung yang berisi manit di flambir dan masukkan ose 1-2 mata ose
g. Lakukan cara yang sama untuk media gula-gula ketiga, empat dan lima (sakarose, laktosa, dan glukose)
h. Selanjutnya pindahkan ke media TSIA, 1-2 mata ose
i. Flambir bibir tabung dan goreskan dengan cara zig-zag pada lereng dan tusuk hingga dasar, kemudian tarik ose secara hati-hati.
j. Eramkan selama 1 x 24 jam dengan suhu 37oC di dalam incubator
Hari IV
a.Keluarkan media dalam incubator yang telah diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
b. Lakukan pembacaan dengan menghubungkan pada table untuk menentukan jenis bakteri pada media gula-gula (Mal,Manit,Sac,Lak,Glu). Apabila terjadi perubahan dari warna biru menjadi kuning dan terdapat gelembung/gas dalam tabung durham maka +Ag dan apabila hanya terjadi perubahan warna saja dan tidak terdapat gelembung gas dalam tabung durham maka +A
c. Pada media TSIA, Apabila tusukan pertama ada warna hitam maka menandakan adanya gas H2S dan pada lereng warna merah dengan dasar kuning.
BAB IV
HASIL DAN ANALISA HASIL
A.Hasil
Berdasarkan hasil pemeriksaan pada tanggal 3 april 2018, dengan mengambil sampel es teler 77 di jalan singa Makassar di peroleh :
1.salmonella negatif
2.E.coli negatif
3.Shigella negatif
4.Vibrio cholera negatif
B.Analisa hasil
Berdasarkan hasil pemeriksaan dengan sampel es teler 77 diperoleh hasil bahwa negatif mengandung salmonella ,negatif mengandung E.coli,negatif mengadung shigella dan juga negatif mengandung vibrio, hal ini di karenakan peralatan dan bahan yang di gunakan higienis serta dalam pemotongan buah tidak terkontaminasi dengan daging mentah atau kotoran hewan lainnya karena penyebab adanya bakteri adalah dari kotoran, selain itu yang dapat menyebabkan bakteri vibrio adalah makanan laut seperti ikan, kepiting, kerang sedangkan sampel yang di periksa adalah berbahan buah dan buahnya di olah dengan baik, sehingga kemungkinan kecil adanya kontaminasi bakteri, dan dari pengamatan secara langsung si penjual menggunakan sendok dalam pemajanan .
C.Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan dengan sampel es teler 77 di jalan singa Makassar dapat di simpulkan bahwa negatif mengandung salmonella, negatif mengandung E.coli,negatif mengadung shigella dan juga negatif mengandung vibrio, berarti aman untuk di komsumsi karena berdasarkan permenkes RI No.1998/Menkes/Per/VII/2003 tentang persyaratan higiene sanitasi harus 0 .
DAFTAR PUSTAKA
www.biologiedukasi.com ( di akses pada 7 April 2018 )
aniromaningsih.blogspot.com ( di akses pada 7 April 2018 )
www.masterpendidikan.com ( di akses pada 7 April 2018 )
sahryladam.blogspot.com ( di akses pada 7 April 2018 )
DOSEN : KHIKI PURNAWATI KASIM SST.,M.Kes
LAPORAN PEMERIKSAAN SALMONELLA, , E.COLI, SHIGELLA DAN VIBRIO CHOLERA
DISUSUN OLEH
NAMA : FITRIANI S
NIM : PO.71.4.221.16.1.015
TINGKAT : DIV/II A
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PROGRAM STUDI D-IV
2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang Alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Pemeriksaan salmonella, e. Coli, shigella dan vibrio cholera”.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.”
Makassar, 7 April 2018
Penyusun
BAB I
DASAR TEORI
Salmonella
Salmonellosis disebabkan oleh infeksi dengan bakteri yang dikenal sebagai Salmonella. Di Australia, kebanyakan infeksi Salmonella terjadi setelah makan makanan tercemar atau adakalanya setelah kontak dengan orang lain yang terinfeksi.Salmonella sp adalah jenis Gram negatif, berbentuk batang, tidak membentuk spora, motil (bergerak dengan flagel peritrik) serta mempunyai tipe metabolisme yang bersifat fakultatif anaerob.Termasuk kelompok bakteri Enterobacteriacea.Ukurannya 2 - 4 mikrometer x 0,5 – 0,8 mikrometer. Sifat Salmonella antara lain : dapat bergerak, tumbuh pada suasana aerob dan anerob fakultatif, memberikan hasil positif pada reaksi fermentasi manitol dan sorbitol dan memberikan hasil negatif pada reaksi indol, DNAse , fenilalanin deaminase, urease, voges proskauer, dan reaksi fermentasi sukrosa dan laktosa.
Perkembangan bakteri Salmonella sp terbilang sangat cepat dan menakjubkan, setiap selnya mampu membelah diri setiap 20 menit sekali pada suhu hangat dan pada media tumbuh yang mengandung protein tinggi. Bisa dibayangkan, satu sel bakteri bisa berkembang menjadi 90.000 hanya dalam waktu 6 jam. Orang yang terinfeksi Salmonella sering mengalami sakit kepala, demam, kekejangan perut, diare, mual dan muntah.Gejala sering mulai timbul 6-72 jam setelah infeksi.Gejala biasanya berlanjut selama 4-7 hari, adakalanya jauh lebih lama.Salmonella ditularkan kepada manusia terutama sewaktu makan makanan yang tidak cukup matang dari binatang yang terinfeksi (yaitu daging, ayam, telur dan produknya). Penularan melalui ‘pencemaran silang’ terjadi apabila Salmonella mencemari makanan yang siap dimakan: misalnya, apabila makanan yang tidak akandimasak lagi dipotong dengan pisau tercemar atau melalui tangan pengendali makanan yang terinfeksi. Salmonella dapat menular dari orang ke orang melalui tangan orang yang terinfeksi.Penyakit ini juga d
apat ditularkan dari binatang kepada manusia.
Eschercia coli
Escherichia coli, atau biasa disingkat E. coli, adalah salah satu jenis spesies utama bakterigram negatif. Pada umumnya, bakteri yang ditemukan oleh Theodor Escherich ini dapat ditemukan dalam usus besar manusia. Kebanyakan E. Coli tidak berbahaya, tetapi beberapa, seperti E. Coli tipe O157:H7, dapat mengakibatkan keracunan makanan yang serius pada manusia yaitu diare berdarah karena eksotoksin yang dihasilkan bernama verotoksin.[1] Toksin ini bekerja dengan cara menghilangkan satu basa adenin dari unit 28S rRNA, sehingga menghentikan sintesis protein.[1]
Sumber bakteri ini contohnya adalah daging yang belum masak, seperti daging hamburger yang belum matang. E. Coli yang tidak berbahaya dapat menguntungkan manusia dengan memproduksi vitamin K2, atau dengan mencegah baketi lain di dalam usus. E. coli banyak digunakan dalam teknologi rekayasa genetika. Biasa digunakan sebagai vektor untuk menyisipkan gen-gen tertentu yang diinginkan untuk dikembangkan. E. coli dipilih karena pertumbuhannya sangat cepat dan mudah dalam penanganannya. Negara-negara di eropa sekarang sangat mewaspadai penyebaran bakteri E.Coli ini, mereka bahkan melarang mengimpor sayuran dari luar.
E. coli menjadi patogen jika jumlah bakteri ini dalam saluran pencernaan meningkat atau berada di luar usus.E. coli menghasilkan enterotoksin yang menyebabkan beberapa kasus diare.E. coli berasosiasi dengan enteropatogenik menghasilkan enterotoksin pada sel epitel. Manifestasi klinik infeksi oleh E. coli bergantung pada tempat infeksi dan tidak dapat dibedakan dengan gejala infeksi yang disebabkan oleh bakteri lain.
Shigella
Shigella adalah genus dari Gram-negatif, non-motil, bakteriendospor berbentuk-tongkat yang berhubungan dekat dengan Escherichia coli dan Salmonella. Shigella merupakan penyebab dari penyakit shigellosis pada manusia, selain itu, Shigella juga menyebabkan penyakit pada primata lainnya, tetapi tidak pada mamalia lainnya.
Pemasukan hanya 200 basil Shigella dapat mengakibatkan infeksi dan Shigella dapat bertahan terhadap keasaman sekresi lambung selama 4 jam. Sesudah masuk melalui mulut dan mencapai usus, bakteri invasif ini di dalam usus besar memperbanyak diri. Shigella sebagai penyebab diare mempunyai 3 faktor virulensi yaitu :
– Dinding polisakarida sebagai antigen halus
– Kemampuan mengadakan invasi enterosit dan proliferasi
– Mengeluarkan toksin sesudah menembus sel
Struktur kimiawi dari dinding sel tubuh bakteri ini dapat berlaku sebagai antigen O (somatic) adalah sesuatu yang penting dalam proses interaksi bakteri shigella dengan sel enterosit. Dupont (1972) dan Levine (1973) mengutarakan bahwa Shigella seperti Salmonella setelah menembus enterosit dan berkembang didalamnya sehingga menyebabkan kerusakan sel enterosit tersebut. Peradangan mukosa memerlukan hasil metabolit dari kedua bakteri dan enterosit, sehingga merangsang proses endositosis sel-sel yang bukan fagositosik untuk menarik bakteri ke dalam vakuola intrasel, yang mana bakteri akan memperbanyak diri sehingga menyebabkan sel pecah dan bakteri akan menyebar ke sekitarnya serta menimbulkan kerusakan mukosa usus. Sifat invasif dan pembelahan intrasel dari bakteri ini terletak dalam plasmid yang luas dari kromosom bakteri Shigella.
Vibrio cholera
Vibrio cholerae adalah salah satu bakteri yang masuk dalam family Vibrionaceae selain dari Aeromonas dan Plesiomonas, dan merupakan bagian dari genus Vibrio.. Vibrio cholerae banyak ditemui di permukaan air yang terkontaminasi dengan feces yang mengandung kuman tersebut, oleh karena itu penularan penyakit kolera ini dapat melalui air, makanan dan sanitasi yangburuk.
Oleh karena itu penularan penyakit kolera dapat melalui air, makanan san sanitasi yang buruk. Beberapa jenis vibrio lain yang penting dalam kehidupan antara lain: Vibrio choleraserogroup 01 dan 0139 penyebab kolera epidemic dan pandemic. Vibrio cholera serogroup 01 dan non 0139 penyebab diare sejenis kolera, tapi gejala diare lebih ringan dan jarang ditemukan infeksi ekstra intestinal.
FilippoPacini (1854), seorang ahli anatomi dari Italia merupakan penemu pertamaVibrio cholerae, Pada tahun 1854, Filippo Pacini mengungkapkan penemuannya tentang bakteri Vibrio cholerae yang menjadi penyebab utama penyakit kolera, namun teori ini banyak diabaikan sampai ditemukan kembali oleh Robert Koch. DokterJerman Robert Koch (1884), seperti sebagian besar komunitas ilmiah lainya, tidak penemuan Pacinidi Universityof Florence. Sejak temuan Koch sekitar tiga puluh tahun kemudian akhirnya diterima oleh rekan-rekan ilmiah, dansecara luastahudalam pers populer, ia menjadi penemu yang diakui dari organisme penyebab kolera.
Bakteri ini bisa hidup dan berkembang pada keadaan aerob atau anaerob (anaerob fakultatif).Vibrio cholerae berukuran panjang 2-4 um(Gambar 1). Pada isolasi, Vibrio cholerae menghasilkan katalase dan oksidase. V. cholerae tidak tahan dengan suasana asam dan tumbuh baik pada suasana basa (pH 8,0-9,5). Air dengan kadar garam tinggi seperti air laut adalah tempat hidup alami dari bakteri ini.
Tidak memiliki kapsul dan tidak berspora. Pada kultur dijumpai koloni yang cembung (convex), halus dan bulat yang keruh (opaque) dan bergranul bila disinari
Vibrio cholerae bersifat aerob atau anaerob fakultatif. Suhu optimum untuk pertumbuhan pada suhu 18-37°C. Dapat tumbuh pada berbagai jenis media, termasuk media tertentu yang mengandung garam mineral dan asparagin sebagai sumber karbon dan nitrogen. V. cholerae ini tumbuh baik pada agar Thiosulfate-citrate-bile-sucrose (TCBS), yang menghasilkan koloni berwarna kuning dan pada media TTGA (Telurite-taurocholate-gelatin-agar).Gambar 2 menunjukkan Vibrio Cholerae pada media TCBS Selama 18 jam pada suhu 37°C menghasilkan koloni berwarna kuning.
BAB III
METODE PEMERIKSAAN
A. Waktu dan Tempat
Hari / tanggal : Selasa, 3 April 2018
Pukul : 13.00 WITA – Selesai .
Tempat : lab Mikrobiologi kesehatan lingkungan poltekkes Kemenkes Makassar.
1.Pemeriksaan Salmonella
Alat dan bahan
Alat
Tabung reaksi gelas ukur
Petridish Beacker glass
Tabung durham Incubator
Autoclave Lampu spiritus
Balp Ose
Pipet ukur 10 ml Rak tabung
Timbangan
Bahan
Sampel makanan ( Es teler )
Endo agar
Lactosa Broth
Triple sugar iron agat ( TSIA)
Media gula-gula ( maltose, manit sakrosa,laktosa,glukosa )
Aquadest/pepton
Plastik Steril
PROSEDUR KERJA
Hari I
a.Sterilkan tempat sebelum melakukan praktikum dan juga sterilkan tangan.
b. Ambil sampel dan timbang sebanyak 10 gram.
c.Sampel dimasukkan dalam wadah plastic steril dan dihaluskan
d. Encerkan dengan pepton sebanyak 90 ml.
e. Pipet 1 ml sampel, dengan menggunakan pipet steril
f. Buka tutup tabung reaksi berisikan media lactose broth, kemudian flambir bibir tabung
g.Masukkan sampel sebanyak 1 ml, flambir bibir tabung dan tutup
h. Inkubasikan dalam inkubator selama 1 x 24 jam dengan suhu 35-37˚C
Hari II
a. keluarkan media dalam incubator yang telah diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
b. Lakukan pembacaan, apabila media lactose broth mengalami perubahan warna dari jernih menjadi keruh dan ada gas dalam tabung durham dicurigai terdapat salmonella
c. Pindahkan ke media Endo agar apabila positif, dengan menggunakan 1-2 mata ose
d. Ambil ose dan panaskan sampai merah dan diamkan beberapa saat
e. Buka tutup tabung reaksi pada media sebelumnya (lactose broth) dan flambir bibir tabung
f. Ambil 1-2 mata ose dan pindahkan ke petridish yang berisikan Endo agar dengan membentuk zig-zag 4 kuadran
g. Flambir tutup petridish dan inkubasikan ke dalam incubator dengan suhu 37oC selama 1 X 24 jam.
Hari III
a. Keluarkan media dalam incubator yang telah diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
b. Lakukan pembacaan, apabila media endo agar terdapat coloni berwarna merah rose, dilanjutkan pemeriksaan dengan media gula-gula dan TSIA
c. Panaskan mata ose sampai merah dan diamkan beberapa saat
d.Ambil 1-2 mata ose pada media sebelumnya (endo agar) agar diperkirakan terdapat coloni.
e.Masukkan pada media gula-gula, media gula-gula pertama berisikan (maltose). sebelumnya tutup tabung dibuka dan diflambir kemudian masukkan mata ose 1-2 mata ose, flambir dan tutup.
f Pindahkan ose ke media gula-gula ke dua (manit), mulut tabung yang berisi manit di flambir dan masukkan ose 1-2 mata ose
g.lakukan cara yang sama untuk media gula-gula ketiga, empat dan lima (sakarose, laktosa, dan glukose)
h. Selanjutnya pindahkan ke media TSIA, 1-2 mata ose
i. Flambir bibir tabung dan goreskan dengan cara zig-zag pada lereng dan tusuk hingga dasar, kemudian tarik ose secara hati-hati.
j. Eramkan selama 1 x 24 jam dengan suhu 37oC di dalam incubator
Hari IV
a. Keluarkan media dalam incubator yang telah diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
b. Lakukan pembacaan dengan menghubungkan pada table untuk menentukan jenis bakteri pada media gula-gula (Mal,Manit,Sac,Lak,Glu). Apabila terjadi perubahan dari warna biru menjadi kuning dan terdapat gelembung/gas dalam tabung durham maka +Ag dan apabila hanya terjadi perubahan warna saja dan tidak terdapat gelembung gas dalam tabung durham maka A+
c. Pada media TSIA, Apabila tusukan pertama ada warna hitam maka menandakan adanya gas H2S dan pada lereng warna merah dengan dasar kuning.
2.Pemeriksaan Eschercia Coli
Alat dan bahan
Alat
Tabung reaksi gelas ukur
Petridish Beacker glass
Tabung durham Incubator
Autoclave Lampu spiritus
Balp Ose
Pipet ukur 10 ml Rak tabung
Timbangan
Bahan
Sampel makanan ( Es teler )
Endo agar
Lactosa Broth
Triple sugar iron agat ( TSIA)
Media gula-gula ( maltose, manit sakrosa,laktosa,glukosa )
Aquadest/pepton
Plastik Steril
b.Prosedur kerja
Hari I
a. Sterilkan tempat sebelum melakukan praktikum dan juga sterilkan tangan.
b. Ambil sampel dan timbang sebanyak 10 gram.
c. Sampel dimasukkan dalam wadah plastic steril dan dihaluskan
d. Encerkan dengan pepton sebanyak 90 ml.
e. Pipet 1 ml sampel, dengan menggunakan pipet steril
f. Buka tutup tabung reaksi berisikan media EC.Medium, kemudian flambir bibir tabung
g. Masukkan sampel sebanyak 1 ml, flambir bibir tabung dan tutup
h. Inkubasikan dalam inkubator selama 1 x 24 jam dengan suhu 44,5oC
Hari II
a. keluarkan media dalam incubator yang telah diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
b. Lakukan pembacaan, apabila media EC Medium mengalami perubahan warna dari jernih menjadi keruh dan ada gas dalam tabung durham dicurigai terdapat E.Coli
c. Pindahkan ke media Endo agar apabila positif, dengan menggunakan 1-2 mata ose
d. Ambil ose dan panaskan sampai merah dan diamkan beberapa saat
e. Buka tutup tabung reaksi pada media sebelumnya (EC medium) dan flambir bibir tabung
f. Ambil 1-2 mata ose dan pindahkan ke petridish yang berisikan Endo agar dengan membentuk zig-zag 4 kuadran
g. Flambir tutup petridish dan inkubasikan ke dalam incubator dengan suhu 44,5oC selama 1 X 24 jam.
Hari III
a. Keluarkan media dalam incubator yang telah diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
b. Lakukan pembacaan, apabila media endo agar terdapat coloni berwarna gelap atau tanpa kilatan logam, dilanjutkan pemeriksaan dengan media gula-gula dan TSIA
c. Panaskan mata ose sampai merah dan diamkan beberapa saat
d. Ambil 1-2 mata ose pada media sebelumnya (endo agar) agar diperkirakan terdapat coloni.
e. Masukkan pada media gula-gula, media gula-gula pertama berisikan (maltose). sebelumnya tutup tabung dibuka dan diflambir kemudian masukkan mata ose 1-2 mata ose, flambir dan tutup.
f. Pindahkan ose ke media gula-gula ke dua (manit), mulut tabung yang berisi manit di flambir dan masukkan ose 1-2 mata ose
g. Lakukan cara yang sama untuk media gula-gula ketiga, empat dan lima (sakarose, laktosa, dan glukose)
h.Selanjutnya pindahkan ke media TSIA, 1-2 mata ose
i. Flambir bibir tabung dan goreskan dengan cara zig-zag pada lereng dan tusuk hingga dasar, kemudian tarik ose secara hati-hati.
j. Eramkan selama 1 x 24 jam dengan suhu 37oC di dalam incubator
Hari IV
a. Keluarkan media dalam incubator yang telah diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
b. Lakukan pembacaan dengan menghubungkan pada table untuk menentukan jenis bakteri pada media gula-gula (Mal,Manit,Sac,Lak,Glu). Apabila terjadi perubahan dari warna biru menjadi kuning dan terdapat gelembung/gas dalam tabung durham maka +Ag dan apabila hanya terjadi perubahan warna saja dan tidak terdapat gelembung gas dalam tabung durham maka A+
c. Pada media TSIA, Apabila tusukan pertama ada warna hitam maka menandakan adanya gas H2S dan pada lereng warna merah dengan dasar kuning.
3.Pemeriksaan Shigella
a.Alat dan bahan
Alat
Tabung reaksi gelas ukur
Petridish Beacker glass
Tabung durham Incubator
Autoclave Lampu spiritus
Balp Ose
Pipet ukur 10 ml Rak tabung
Timbangan
Bahan
Sampel makanan ( Es teler )
Endo agar
Lactosa Broth
Triple sugar iron agat ( TSIA)
Media gula-gula ( maltose, manit sakrosa,laktosa,glukosa )
Aquadest/pepton
Plastik Steril
b.Prosedur kerja
Hari 1
a. Sterilkan tempat sebelum melakukan praktikum dan juga sterilkan tangan.
b. Ambil sampel dan timbang sebanyak 10 gram.
c. Sampel dimasukkan dalam wadah plastic steril dan dihaluskan
d. Encerkan dengan pepton sebanyak 90 ml.
e. Pipet 1 ml sampel, dengan menggunakan pipet steril
f. Buka tutup tabung reaksi berisikan media EC.Medium, kemudian flambir bibir tabung
g. Buka tutup petridish dan goreskan membentuk zig-zag 4 kuadran
h. Flambir tutup petridish dan inkubasikan ke dalam incubator dengan suhu 37oC secara terbalik
Hari II
a. keluarkan media dalam incubator yang telah diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
b. Lakukan pembacaan, apabila media SS Agar mengalami pertumbuhan coloni dengan warna bening/jernih maka dilanjutkan maka pemeriksaan dengan media TSIA dan apabila negative (-) maka tidak dilanjutkan.
c. Panaskan mata ose dan diamkan beberapa saat
d. Ambil 1-2 mata ose pada media sebelumnya (SS Agar) yang diperkirakan terdapat coloni
e. Flambir bibir tabung pada media TSIA dan goreskan dengan cara zig-zag pada lereng dan tusuk hingga ke dasar, kemudian tarik ose ke atas secara hati-hati, flambir dan tutup
f. Inkubasikan ke dalam incubator dengan suhu 37oC selama 1 x 24 jam
Hari III
a. Keluarkan media dalam incubator yang telah diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
b. Lakukan pembacaan, dengan mengamati pertumbuhan di media TSIA. Pertumbuhan yang sama dengan daftar tersebut dikerjakan slide agglutinasi dengan secara diagnostika. Kemudian dari koloni TSIA baik yang tersangka golongan Shigella maupun yang tidak ttersangka, ditanam pada media gula-gula dan agar, kemudian dimasukkan ke incubator dengan suhu 37oC selama 1 X 24 jam
Hari IV
Mengamati pertumbuhan pada media gula-gula dan kemudian dicocokkan dengan daftar media gula-gula.
4.pemeriksaan Vibrio cholera
a.Alat dan bahan
Alat
Tabung reaksi gelas ukur
Petridish Beacker glass
Tabung durham Incubator
Autoclave Lampu spiritus
Balp Ose
Pipet ukur 10 ml Rak tabung
Timbangan
Bahan
Sampel makanan ( Es teler )
Endo agar
Lactosa Broth
Triple sugar iron agat ( TSIA)
Media gula-gula ( maltose, manit sakrosa,laktosa,glukosa )
Aquadest/pepton
Plastik Steril
b.Prosedur kerja
Hari 1
a. Sterilkan tempat sebelum melakukan praktikum dan juga sterilkan tangan.
b. Ambil sampel dan timbang sebanyak 10 gram.
c. Sampel dimasukkan dalam wadah plastic steril dan dihaluskan
d. Encerkan dengan pepton sebanyak 90 ml.
e. Pipet 1 ml sampel, dengan menggunakan pipet steril
f. Buka tutup tabung reaksi berisikan media pepton Alkalis, kemudian flambir bibir tabung
g.Masukkan sampel sebanyak 1 ml, flambir bibir tabung dan tutup
h.Inkubasikan dalam inkubator selama 1 x 24 jam dengan suhu 37oC
Hari II
a.keluarkan media dalam incubator yang telah diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
b. Lakukan pembacaan, apabila media pepton mengalami perubahan warna dari jernih menjadi keruh dan ada gas dalam tabung durham dicurigai terdapat Vibrio
c. Pindahkan ke media TCBS apabila positif, dengan menggunakan 1-2 mata ose
d.Ambil ose dan panaskan sampai merah dan diamkan beberapa saat
e. Buka tutup tabung reaksi pada media sebelumnya (Pepton) dan flambir bibir tabung
f. Ambil 1-2 mata ose dan pindahkan ke petridish yang berisikan Endo agar dengan membentuk zig-zag 4 kuadran
g. Flambir tutup petridish dan inkubasikan ke dalam incubator dengan suhu 37oC selama 1 X 24 jam.
Hari III
a.Keluarkan media dalam incubator yang telah diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
b.Lakukan pembacaan, apabila media TCBS terdapat coloni berwarna kuning, dilanjutkan pemeriksaan dengan media gula-gula dan TSIA
c. Panaskan mata ose sampai merah dan diamkan beberapa saat
d.Ambil 1-2 mata ose pada media sebelumnya (TCBS) agar diperkirakan terdapat coloni.
e. Masukkan pada media gula-gula, media gula-gula pertama berisikan (maltose). sebelumnya tutup tabung dibuka dan diflambir kemudian masukkan mata ose 1-2 mata ose, flambir dan tutup.
f.Pindahkan ose ke media gula-gula ke dua (manit), mulut tabung yang berisi manit di flambir dan masukkan ose 1-2 mata ose
g. Lakukan cara yang sama untuk media gula-gula ketiga, empat dan lima (sakarose, laktosa, dan glukose)
h. Selanjutnya pindahkan ke media TSIA, 1-2 mata ose
i. Flambir bibir tabung dan goreskan dengan cara zig-zag pada lereng dan tusuk hingga dasar, kemudian tarik ose secara hati-hati.
j. Eramkan selama 1 x 24 jam dengan suhu 37oC di dalam incubator
Hari IV
a.Keluarkan media dalam incubator yang telah diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
b. Lakukan pembacaan dengan menghubungkan pada table untuk menentukan jenis bakteri pada media gula-gula (Mal,Manit,Sac,Lak,Glu). Apabila terjadi perubahan dari warna biru menjadi kuning dan terdapat gelembung/gas dalam tabung durham maka +Ag dan apabila hanya terjadi perubahan warna saja dan tidak terdapat gelembung gas dalam tabung durham maka +A
c. Pada media TSIA, Apabila tusukan pertama ada warna hitam maka menandakan adanya gas H2S dan pada lereng warna merah dengan dasar kuning.
BAB IV
HASIL DAN ANALISA HASIL
A.Hasil
Berdasarkan hasil pemeriksaan pada tanggal 3 april 2018, dengan mengambil sampel es teler 77 di jalan singa Makassar di peroleh :
1.salmonella negatif
2.E.coli negatif
3.Shigella negatif
4.Vibrio cholera negatif
B.Analisa hasil
Berdasarkan hasil pemeriksaan dengan sampel es teler 77 diperoleh hasil bahwa negatif mengandung salmonella ,negatif mengandung E.coli,negatif mengadung shigella dan juga negatif mengandung vibrio, hal ini di karenakan peralatan dan bahan yang di gunakan higienis serta dalam pemotongan buah tidak terkontaminasi dengan daging mentah atau kotoran hewan lainnya karena penyebab adanya bakteri adalah dari kotoran, selain itu yang dapat menyebabkan bakteri vibrio adalah makanan laut seperti ikan, kepiting, kerang sedangkan sampel yang di periksa adalah berbahan buah dan buahnya di olah dengan baik, sehingga kemungkinan kecil adanya kontaminasi bakteri, dan dari pengamatan secara langsung si penjual menggunakan sendok dalam pemajanan .
C.Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan dengan sampel es teler 77 di jalan singa Makassar dapat di simpulkan bahwa negatif mengandung salmonella, negatif mengandung E.coli,negatif mengadung shigella dan juga negatif mengandung vibrio, berarti aman untuk di komsumsi karena berdasarkan permenkes RI No.1998/Menkes/Per/VII/2003 tentang persyaratan higiene sanitasi harus 0 .
DAFTAR PUSTAKA
www.biologiedukasi.com ( di akses pada 7 April 2018 )
aniromaningsih.blogspot.com ( di akses pada 7 April 2018 )
www.masterpendidikan.com ( di akses pada 7 April 2018 )
sahryladam.blogspot.com ( di akses pada 7 April 2018 )
Komentar
Posting Komentar