LAPORAN PEMERIKSAAN JAMUR PADA MAKANAN
MATA KULIAH : PENYEHATAN MAKANAN DAN MINUMAN -A
DOSEN : KHIKI PURNAWATI KASIM SST.,M.Kes
LAPORAN PEMERIKSAAN JAMUR PADA MAKANAN
DISUSUN OLEH
NAMA : FITRIANI S
NIM : PO.71.4.221.16.1.015
TINGKAT : DIV/II A
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PROGRAM STUDI D-IV
2018
BAB I
PENDAHULUAN
Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Jamur pada umumnya multiseluler (bersel banyak).Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan, struktur tubuh, pertumbuhan, dan reproduksinya.
Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah. Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dindingberbentuk pipa (Pelczar and Reid, 1958). Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa. Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik.
Jamur pada makanan banyak sekali jenisnya yaitu Rhizopus oligosporusmerupakankapangdari filum Zygomycota yang banyakmenghasilkanenzim protease. R. oligosporusbanyakditemui di tanah, buah, dansayuran yang membusuk, serta roti yang sudah lama dan juga terdapatdalam nasi.
B. Rumusan masalah
1.untuk mengetahui apakah alat dan bahan yang di gunakan dalam pemeriksaan jamur pada makanan ?
2. untuk mengetahui bagaiman cara pemeriksaan jamur pada makanan ?
3. untuk mengetahui jenis jamur apa saja yang ada pada makanan ?
C. Tujuan pemeriksaan
1.untuk mengetahui alat dan bahan yang di gunakan dalam pemeriksaan jamur pada makanan
2. untuk mengetahui cara pemeriksaan jamur pada makanan
3. untuk mengetahui jenis jamur yang ada pada makanan
BAB II
DASAR TEORI
Rhizopus oligosporus
Rhizopus oligosporus merupakan kapang dari filum Zygomycota yang banyak menghasilkan enzim protease. R. oligosporus banyak ditemui di tanah, buah, dan sayuran yang membusuk, serta roti yang sudah lama dan juga terdapat dalam nasi.
R. oligosporuster masuk dalam Zygomycota yang sering dimanfaatkan dalam pembuatan tempe dari proses fermentasi kacangkedelai, karena R. oligosporus yang menghasilkan enzim fitase yang memecahfitatmembuatkomponen makro pada kedelai dipecah menjadi komponen mikro sehingga tempe lebih mudah dicerna dan zatgizinya lebih mudah terserap tubuh. [2] Fungi ini juga dapat memfermentasi sub strat lain, memproduksi enzim, dan mengolah limbah. Salah satu enzim yang diproduksi tersebut adalah dari golongan protease.[2][3]
Karakteristik
1.R. oligosporus mempunyai koloni abu-abu kecoklatan dengan tinggi 1 mm atau lebih. 2.Sporangiofor tunggal atau dalam kelompok dengan dinding halus atau agak sedikit kasar, dengan panjang lebih dari 1000 mikro meter dan diameter 10-18 mikro meter.
3. Sporangia globosa yang pada saat masak berwarna hitam kecoklatan, dengan diameter 100-180 mikro meter.Klamidospora banyak, tunggal atau rantaian pendek, tidak berwarna, dengan berisigranula, terbentuk pada hifa, sporangiofor dan sporangia. Bentuk klamidosporaglobosa, elip atau silindris dengan ukuran 7-30 mikro meter atau 12-45 mikro meter x 7-35 mikro meter.
Kondisipertumbuhan
R. oligosporus dapat tumbuh optimum padasuhu 30-35 °C, dengan suhu minimum 12 °C, dan suhu maksimum 42 °C.
Manfaat
Beberapa manfaatdari R. oligosporus antara lain meliputi aktivitas enzimatiknya, 1.kemampuan menghasilkan antibiotik alami yang secara khusus dapat melawan bakteri gram positif, biosintesa vitamin-vitamin B, kebutuhannya akan senyawa sumber karbon dan nitrogen, perkecambahan spora, dan penetrisimiselia jamur tempe kedalam jaringan biji kedelai.
Penicillium sp.
Penicillium sp. adalahjamur yang berkembangbiaksecaraaseksualdenganmembentukkonidium yang berada di ujunghifa. Setiapkonidiumakantumbuhmenjadijamurbaru. Konidiumberwarnakehijauandandapathidup di makanan, roti, buah-buahanbusuk, kain, ataukulit.
Daur Hidup Penicillium sp.
Penicillium sp. Merupakan jamur yang berkembang biak secara aseksual dengan membentuk konidium yang berada di ujung hifa. Setiap konidium akan tumbuh menjadi jamurbaru. Konidiumberwarnakehijauandandapathidup di makanan, roti, buah-buahanbusuk, kain, ataukulit. Penicillium caseicolumdapatmembericitarasa yang khasuntukkejurokefortdankamembert, sedangkan Penicillium notatumdan Penicillium chrysogenumadalahpembuatpenisilinkarenabersifatracun yang dapatmenghasilkanzatmematikan, yaituantibiotika. Sekaranginiantibiotikabanyakdimanfaatkanuntukmengobatiberbagaipenyakit yang disebabkanolehinfeksimikrobapadamanusia. Pemakaianpenisilinharussesuaidengananjurandokter. Jikatidak (berlebihan), pasienakanmengalamikekebalan.
MekanismeAntagonis
Pengujiandayaantagoniscendawandilakukandenganmetodebiakanganda (dual culture) (Dharmaputra et al., 1999), yaitudengancaramengambilmasing-masingcendawanbiakanmurniPhytium sp. dancendawanantagonisujimenggunakancork borer diameter 4 mm. Kemudiandiinokulasikanpadacawan petri yang berisi medium PDA secaraberhadapandenganjarak 30 mm
Mekanismeantagonismenurut Farida (1992) dalamOctriana (2011) meliputi:
- Kompetisiantaracendawanantagonisujidengancendawanpatogen yang dibiakkansecaraganda (dual culture) setiapharidalammemperebutkanruang, makanandanoksigendenganmelihatdiantarakeduacendawantersebut mana yang lebihcepatmemenuhicawan petri diameter 90 mm.
Antibiosis, denganmelakukanpengukuranlebar zona kosong (hambatan) yang terbentuk, danmelihatada/tidaknyaperubahanwarnapada medium akibatsenyawaantibiotik yang dihasilkancendawanuji.
Penicillium sp. Merupakan jamur yang berkembang biak secara aseksual dengan membentuk konidium yang berada di ujung hifa. Setiap konidiumakantumbuhmenjadijamurbaru. .
BAB III
METODE PEMERIKSAAN
A. WaktudanTempat
Hari / tanggal :senin, 23 April 2018
Pukul : 09.30 WITA – Selesai .
Tempat : lab. Mikrobiologi kesehatanlingkunganpoltekkesKemenkes Makassar
Sampel :
1.asam mangga
2.asam jawa
3.Tomat
a) alat
pipet tetes
gelas beaker
mikroskop
kaca objek
deck glass
pinset
b) Bahan
Aquadesh
Alkohol
c) Prosedur kerja
1.Siapkan alat dan bahan untuk pengamatan bersihkan menggunakan alkohol
2.Ambillah sedikit sampel jamur dari sampel yang ada menggunakan pinset. Letakkan jamur tersebut pada kaca objek yang telah di siapkan.
3.Tetesi dengan aquades 1-2 tetes menggunakan pipet tetes
4.tutup objek gelas dengan kaca penutup . perhatikan supaya tidak ada gelembng udara pada saat menutup objek gelas
5.amati dengan menggunakan mikroskop, mulai dari pembesaran rendah sampai tinggi .
BAB IV
HASIL DAN ANALISA HASIL
A.Hasil
No
Sampel
GambardanJenisjamur
1.
Asamjawa
Rhizopus oligosporus
2.
Asam mangga
Penicillium sp.
3.
Tomat
Rhizopus nigrican
B.Analisa hasil
Dari hasil pemeriksaan di nyatakan bahwa:
asam jawa memiliki jamur jenis Rhisopus oligosporus jamur ini banyak di temui di tanah, buah, sayuran yang membusuk serta roti yang sudah lama juga terdapat pada nasi.rhizopus oligosporus merupakan kapangdari filum Zygomycota yang banyak menghasilkan enzim protease,Rhizopus oligosporus mempunyai koloni abu-abu kecoklatan dengan tinggi 1 mm atau lebih.
asam mangga memiliki jamur jenis Penicillium sp, jamur ini tumbh pada buah buahan, roti, obat-obatan atau kulit.Dapat hidup dengan iklim dingin atau sedang. Jamur Penicillium sp. Adalah amur yang berkembang biak secara aseksual dengan membentuk konidium yang berada di ujunghifa.
Tomat dengan jenis jamur Rhizopus nigrican karena pada jamur rhizopus nigrican merupakan jamur yang tumbuh pada buah, kacang tanah, sayuran, roti dan juga pada saat pemeriksaan di temukan jamur sesuai rhizopus nigrican yang berfilamen, mempunyai hifa berseptat dan kepala konidia.
DOSEN : KHIKI PURNAWATI KASIM SST.,M.Kes
LAPORAN PEMERIKSAAN JAMUR PADA MAKANAN
DISUSUN OLEH
NAMA : FITRIANI S
NIM : PO.71.4.221.16.1.015
TINGKAT : DIV/II A
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PROGRAM STUDI D-IV
2018
BAB I
PENDAHULUAN
Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Jamur pada umumnya multiseluler (bersel banyak).Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan, struktur tubuh, pertumbuhan, dan reproduksinya.
Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah. Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dindingberbentuk pipa (Pelczar and Reid, 1958). Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa. Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik.
Jamur pada makanan banyak sekali jenisnya yaitu Rhizopus oligosporusmerupakankapangdari filum Zygomycota yang banyakmenghasilkanenzim protease. R. oligosporusbanyakditemui di tanah, buah, dansayuran yang membusuk, serta roti yang sudah lama dan juga terdapatdalam nasi.
B. Rumusan masalah
1.untuk mengetahui apakah alat dan bahan yang di gunakan dalam pemeriksaan jamur pada makanan ?
2. untuk mengetahui bagaiman cara pemeriksaan jamur pada makanan ?
3. untuk mengetahui jenis jamur apa saja yang ada pada makanan ?
C. Tujuan pemeriksaan
1.untuk mengetahui alat dan bahan yang di gunakan dalam pemeriksaan jamur pada makanan
2. untuk mengetahui cara pemeriksaan jamur pada makanan
3. untuk mengetahui jenis jamur yang ada pada makanan
BAB II
DASAR TEORI
Rhizopus oligosporus
Rhizopus oligosporus merupakan kapang dari filum Zygomycota yang banyak menghasilkan enzim protease. R. oligosporus banyak ditemui di tanah, buah, dan sayuran yang membusuk, serta roti yang sudah lama dan juga terdapat dalam nasi.
R. oligosporuster masuk dalam Zygomycota yang sering dimanfaatkan dalam pembuatan tempe dari proses fermentasi kacangkedelai, karena R. oligosporus yang menghasilkan enzim fitase yang memecahfitatmembuatkomponen makro pada kedelai dipecah menjadi komponen mikro sehingga tempe lebih mudah dicerna dan zatgizinya lebih mudah terserap tubuh. [2] Fungi ini juga dapat memfermentasi sub strat lain, memproduksi enzim, dan mengolah limbah. Salah satu enzim yang diproduksi tersebut adalah dari golongan protease.[2][3]
Karakteristik
1.R. oligosporus mempunyai koloni abu-abu kecoklatan dengan tinggi 1 mm atau lebih. 2.Sporangiofor tunggal atau dalam kelompok dengan dinding halus atau agak sedikit kasar, dengan panjang lebih dari 1000 mikro meter dan diameter 10-18 mikro meter.
3. Sporangia globosa yang pada saat masak berwarna hitam kecoklatan, dengan diameter 100-180 mikro meter.Klamidospora banyak, tunggal atau rantaian pendek, tidak berwarna, dengan berisigranula, terbentuk pada hifa, sporangiofor dan sporangia. Bentuk klamidosporaglobosa, elip atau silindris dengan ukuran 7-30 mikro meter atau 12-45 mikro meter x 7-35 mikro meter.
Kondisipertumbuhan
R. oligosporus dapat tumbuh optimum padasuhu 30-35 °C, dengan suhu minimum 12 °C, dan suhu maksimum 42 °C.
Manfaat
Beberapa manfaatdari R. oligosporus antara lain meliputi aktivitas enzimatiknya, 1.kemampuan menghasilkan antibiotik alami yang secara khusus dapat melawan bakteri gram positif, biosintesa vitamin-vitamin B, kebutuhannya akan senyawa sumber karbon dan nitrogen, perkecambahan spora, dan penetrisimiselia jamur tempe kedalam jaringan biji kedelai.
Penicillium sp.
Penicillium sp. adalahjamur yang berkembangbiaksecaraaseksualdenganmembentukkonidium yang berada di ujunghifa. Setiapkonidiumakantumbuhmenjadijamurbaru. Konidiumberwarnakehijauandandapathidup di makanan, roti, buah-buahanbusuk, kain, ataukulit.
Daur Hidup Penicillium sp.
Penicillium sp. Merupakan jamur yang berkembang biak secara aseksual dengan membentuk konidium yang berada di ujung hifa. Setiap konidium akan tumbuh menjadi jamurbaru. Konidiumberwarnakehijauandandapathidup di makanan, roti, buah-buahanbusuk, kain, ataukulit. Penicillium caseicolumdapatmembericitarasa yang khasuntukkejurokefortdankamembert, sedangkan Penicillium notatumdan Penicillium chrysogenumadalahpembuatpenisilinkarenabersifatracun yang dapatmenghasilkanzatmematikan, yaituantibiotika. Sekaranginiantibiotikabanyakdimanfaatkanuntukmengobatiberbagaipenyakit yang disebabkanolehinfeksimikrobapadamanusia. Pemakaianpenisilinharussesuaidengananjurandokter. Jikatidak (berlebihan), pasienakanmengalamikekebalan.
MekanismeAntagonis
Pengujiandayaantagoniscendawandilakukandenganmetodebiakanganda (dual culture) (Dharmaputra et al., 1999), yaitudengancaramengambilmasing-masingcendawanbiakanmurniPhytium sp. dancendawanantagonisujimenggunakancork borer diameter 4 mm. Kemudiandiinokulasikanpadacawan petri yang berisi medium PDA secaraberhadapandenganjarak 30 mm
Mekanismeantagonismenurut Farida (1992) dalamOctriana (2011) meliputi:
- Kompetisiantaracendawanantagonisujidengancendawanpatogen yang dibiakkansecaraganda (dual culture) setiapharidalammemperebutkanruang, makanandanoksigendenganmelihatdiantarakeduacendawantersebut mana yang lebihcepatmemenuhicawan petri diameter 90 mm.
Antibiosis, denganmelakukanpengukuranlebar zona kosong (hambatan) yang terbentuk, danmelihatada/tidaknyaperubahanwarnapada medium akibatsenyawaantibiotik yang dihasilkancendawanuji.
Penicillium sp. Merupakan jamur yang berkembang biak secara aseksual dengan membentuk konidium yang berada di ujung hifa. Setiap konidiumakantumbuhmenjadijamurbaru. .
BAB III
METODE PEMERIKSAAN
A. WaktudanTempat
Hari / tanggal :senin, 23 April 2018
Pukul : 09.30 WITA – Selesai .
Tempat : lab. Mikrobiologi kesehatanlingkunganpoltekkesKemenkes Makassar
Sampel :
1.asam mangga
2.asam jawa
3.Tomat
a) alat
pipet tetes
gelas beaker
mikroskop
kaca objek
deck glass
pinset
b) Bahan
Aquadesh
Alkohol
c) Prosedur kerja
1.Siapkan alat dan bahan untuk pengamatan bersihkan menggunakan alkohol
2.Ambillah sedikit sampel jamur dari sampel yang ada menggunakan pinset. Letakkan jamur tersebut pada kaca objek yang telah di siapkan.
3.Tetesi dengan aquades 1-2 tetes menggunakan pipet tetes
4.tutup objek gelas dengan kaca penutup . perhatikan supaya tidak ada gelembng udara pada saat menutup objek gelas
5.amati dengan menggunakan mikroskop, mulai dari pembesaran rendah sampai tinggi .
BAB IV
HASIL DAN ANALISA HASIL
A.Hasil
No
Sampel
GambardanJenisjamur
1.
Asamjawa
Rhizopus oligosporus
2.
Asam mangga
Penicillium sp.
3.
Tomat
Rhizopus nigrican
B.Analisa hasil
Dari hasil pemeriksaan di nyatakan bahwa:
asam jawa memiliki jamur jenis Rhisopus oligosporus jamur ini banyak di temui di tanah, buah, sayuran yang membusuk serta roti yang sudah lama juga terdapat pada nasi.rhizopus oligosporus merupakan kapangdari filum Zygomycota yang banyak menghasilkan enzim protease,Rhizopus oligosporus mempunyai koloni abu-abu kecoklatan dengan tinggi 1 mm atau lebih.
asam mangga memiliki jamur jenis Penicillium sp, jamur ini tumbh pada buah buahan, roti, obat-obatan atau kulit.Dapat hidup dengan iklim dingin atau sedang. Jamur Penicillium sp. Adalah amur yang berkembang biak secara aseksual dengan membentuk konidium yang berada di ujunghifa.
Tomat dengan jenis jamur Rhizopus nigrican karena pada jamur rhizopus nigrican merupakan jamur yang tumbuh pada buah, kacang tanah, sayuran, roti dan juga pada saat pemeriksaan di temukan jamur sesuai rhizopus nigrican yang berfilamen, mempunyai hifa berseptat dan kepala konidia.
Komentar
Posting Komentar